Halaman

Sabtu, 13 Februari 2016

nenas





Nenas

Bermata tapi tidak dapat melihat
Berpedang tapi bukan prajurit Romawi
Bersisik tapi bukan ikan
Bermakota tapi bukan raja
Apakah itu?
Kita sering mendengar teka-teki ini. Jawabannya adalah Nenas.


Buah berdaging kuning, berasa manis, manis agak keasaman, dan ada juga asam. banyak mengandung  air dan beraroma harum. Di Indonesia, Nenas bisa dijumpai di hampir seluruh pelosok.

Klasifikasi ilmiah



Kingdom                     : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom                : Tracheobionta (Tumbuhan Berpembuluh)
Divisi                           : Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)
Sub Divisi                   : Angiospermae ( Tumbuhan biji tertutup)
Kelas                           : Monocotyledonae (Tumbuhan monokotil)
Ordo                            : Bromeliales (Farinoisae)
Famili                          : Bromeliaceae (suku nanas-nanasan)
Genus                          : Ananas Mill
Spesies                        : Ananas comosus (L.) Merr
Sinonim                                : Ananas sativus



Nanas, nenas, atau ananas (Ananas comosus (L.) Merr.) adalah sejenis tumbuhan tropis yang berasal dari Brasil, Bolivia, dan Paraguay  Perawakan (habitus) tumbuhannya rendah (tinggi tanaman berkisar 50-150 cm), herba (menahun) dengan 30 atau lebih daun yang panjang tebal dan liat, berujung tajam, tersusun dalam bentuk roset mengelilingi batang .  Dengan pangkal daun melebar dan ujung lancip, daun nanas menyerupai sebuah pedang.
 
Buahnya dalam bahasa Inggris disebut sebagai pineapple karena bentuknya yang seperti buah pohon pinus tapi berasa segar layaknya apel.
Nama 'nanas' berasal dari sebutan orang Tupi untuk buah ini: anana, yang bermakna "buah yang sangat baik", karena sejuta manfaat terkandung dibuah yang berasa asam manis ini..
Dikalangan masyarakat Indonesia, nenas dikenal dengan berbagai sebutan. Diantaranya nanas (Jawa), anes (Aceh), honas (Batak), naneh (Minangkabau), nyanyas (Lampung), lanas (Madura), nanati (Gorontalo), pandang (Makassar), ganas (Sunda) dan kanasol (Seram Barat).

Burung penghisap madu (hummingbird) merupakan penyerbuk alamiah dari buah ini, meskipun berbagai serangga juga memiliki peran yang sama.
Buah nanas sebagaimana yang dijual orang bukanlah buah sejati, melainkan gabungan buah-buah sejati (bekasnya terlihat dari setiap 'sisik' pada kulit buahnya) yang dalam perkembangannya tergabung—bersama-sama dengan tongkol (spadix) bunga majemuk—menjadi satu 'buah' besar. Nanas yang dibudidayakan orang sudah kehilangan kemampuan memperbanyak secara seksual, namun ia mengembangkan tanaman muda (bagian 'mahkota' buah) yang merupakan sarana perbanyakan secara vegetatif. Buah nanas berbentuk bulat panjang dan berdaging, kulit buahnya bersusun sisik, berbiji mata banyak. Buah yang masih muda berwarna hijau dan ketika masak berubah menjadi kuning.

Di Indonesia, provinsi Lampung merupakan daerah penanaman nanas utama, dengan beberapa pabrik pengolahan nanas juga terdapat di sana.
Khasiat nenas


Nenas yang mengandung sejumlah vitamin – A, B,  C , asam folat, asam malik dan mineral seperti, magnesium, kalium, fosfor, kalsium serta enzim seperti bromelin baik bagi kesehatan.

Kuliner
Buah ini bisa dimakan begitu saja, bisa campuran pada rujak, asinan, salad atau campuran makanan seperti ayam/udang kuluyuk dan kamar bola.
Menurunkan berat badan
Nenas mengandung bromelin, salah satu enzim protease yang mampu mengurangi peradangan dan memecahkan protein.
Dari penelitian di Belanda mereka yang mengonsumsi bromelin selama 30 hari, BB-nya turun hingga 4,27 kg. Hampir sama diperoleh juga dari penelitian di AS menunjukkan enzim bromelin bersama inulin dapat membakar timbunan lemak sehingga bobot orang yang mengasupnya bisa turun 300-500 g/hari. Konon, buah ini juga mampu menghambat nafsu makan. Jadi cocok buat mereka yang ingin sehat dan langsing. Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari bromelin, nenas hendaknya dimakan mentah sebanyak 80 g setiap kali.
Sediakan 1 buah nanas yang tidak terlalu matang, kupas lalu cuci sampai bersih. Potong seperlunya, lalu jus atau parut, kemudian peras airnya. Agar air sari nenas diperoleh secara maksimal, peras dengan menggunakan potongan kain bersih. Minum air nenas sekaligus. Lakukan 2 kali sehari.
Mencegah stress
Kandungan serotonin berperan mencegah kanker dan dapat menghalau stres.
Wasir dan sembelit
Dianjurkan mengonsumsi buah nenas 4-5 kali setiap hari karena bromelinnya dapat menghentikan perdarahan dan serat yang dikandung dapat memperlancar buang air besar.
Obat Gout
Bromelin dapat melarutkan protein yang nongkrong di jaringan sendi. Berkat senyawa ini radang sendi (gout) bisa teratasi. Melihat kemampuannya ada perusahaan farmasi yang memberanikan diri memproduksi obat gout berbahan ekstrak bromelin.
Mencegah kanker
Mengandung senyawa fenolik antara lain myricetin, quercitin, tyramine, dan ferulic acid- buah nenas masmpu meredam reaksi berantai radikal bebas dalam tubuh, yang pada akhirnya dapat menekan terjadinya penyakit kanker. Berbagai antioksidan alami ini diyakini amat ampuh menghentikan radikal bebas sehingga tidak berkeliaran mencari asam lemak tidak jenuh dalam sel.
Khasiat lain melegakan tenggorok, menormalkan jumlah cairan empedu, menghancurkan cacing-cacing di dalam usus dan berguna bagi kesehatan jantung.



Efek Samping Nanas

Berkadar gula tinggiNanas masak memang manis dan segar. Buah nanas yang masak kadar gulanya bisa sampai 10%. Nah, mereka yang menderita diabetes jangan banyak-banyak deh makan buah ini.
Menggugurkan kandungan
Nanas muda berpotensi sebagai abortivum atau sejenis obat yang dapat menggugurkan kandungan (yang dipercaya adalah kandungan bromelainnya) . Wanita hamil disarankan untuk tidak mengonsumsi nenas muda. Jika ibu hamil berniat menyantap nenas dengan kandungan bromelain yang paling minim, buang bagian inti nenas yang keras karena disitulah bromelain yang paling banyak berkumpul.
Menimbulkan rasa gatal
Terkadang sehabis makan nenas segar, mulut dan lidah tersa gatal. Untuk menghindarinya sebelum dimakan, buang matanya jauh-jauh dan rendamlah potongan nenas dengan air garam.
.


 

Rabu, 13 Januari 2016

Hindari Mengunyah dan Meniup-niup Makanan Sebelum Diberikan ke Anak




Hindari Mengunyah dan Meniup-niup Makanan Sebelum Diberikan ke Anak

Ada beberapa orang tua yang punya kebiasaan mengunyahkan makanan sebelum diberikan kepada bayinya. Tujuannya agar lebih mudah ditelan oleh sang bayi atau anak. Makanan yang akan diberikan ini dimasukkan ke dalam mulut orangtua, dikunyah sampai lumat, lalu dikeluarkan lagi dari mulut dan diberikan pada bayi/anak.
            Tentunya dari aspek higiene, hal ini tidak dapat dibenarkan. Bagaimanapun rongga mulut seseorang mengandung berbagai kuman, yang bila diberikan pada bayi dapat berakibat menjadi sakit. Selain itu, ada pula yang bila akan menyuapkan makanan pada anak, makanannya ditiup-tiup dahulu. Nah, jangan salah, dengan ditiup-tiup, berbagai kuman yang ada di rongga mulut dapat terlontar pula ke makanan tersebut. Bisa dibayangkan bila makanan penuh kuman itu dikonsumsi oleh si kecil.
Selain itu, ada faktor lain yang membuat orang tua harus hindari kebiasaan mengunyah makanan sebelum disuapkan, juga meniup-niup makanan yang panas ya Mama, yaitu:

Asam Karbonat
Penyebab larangan meniup makanan yang pertama ini sangat berhubungan erat dengan sebuah zat kimia yang disebut asam karbonat. Asam karbonat atau H2C03 adalah senyawa kimia yang sebenarnya sudah ada didalam tubuh kita dimana berfungsi untuk mengatur kadar keasaman darah. Semakin tinggi kandungan asam karbonat dalam darah maka akan semakin asam darah. Pada normalnya darah memiliki batasan kadar keasaman atau Ph yakni 7,35 sampai 7,45. Jika kadar keasaman ini lebih tinggi dari ph normal maka tubuh dapat berada dalam kondisi asidosis. Kondisi asidosis sendiri cukup berbahaya bagi tubuh yang dapat menyebabkan gangguan jantungan ditandai dengan napas menjadi lebih cepat, sesak, pusing karena tubuh berusaha menyeimbangkan kadar ph darah. Nah, lalu apa hubungannya dengan meniup makanan panas? Penjelasannya adalah apabila seseorang bernafas atau meniupkan nafasnya maka dia akan mengeluarkan senyawa kimia C02 atau karbondioksida. Karbondioksida ini pada dasarnya tidak boleh bersentuhan dengan air, karena jika bersentuhan dengan air yang memiliki susunan kimia H20 akan membentuk senyawa asam karbonat yang berbahaya bagi tubuh. Meskipun banyak yang mengatakan bahwa asam karbonat yang dihasilkan dari hasil tiupan terhadap makanan dan minuman memiliki pengaruh yang sangat kecil pada kesehatan tubuh, bukankah lebih baik kalau kita berusaha menghindarinya? Mencegah tentu lebih baik dari pada mengobati bukan?
H. Pylori
Bakteri H. Pylori juga memegang peranan penting pada pernyataan bahayanya meniup makanan atau minuman yang masih panas. Bakteri H. Pylori adalah bakteri yang menyebabkan gangguan lambung mulai dari luka kecil hingga membesar menjadi tukak lambung. Yang mengerikan lagi, bakteri ini dapat dengan mudah menyebar melalui pernafasan. Tentu gangguan lambung adalah penyakit yang sosialis, siapapun bisa terjangkit. Akan sangat bahaya sekali jika seseorang yang memiliki gangguan lambung atau secara tak sadar memiliki gangguan lambung meniup makanan atau minuman yang akan disajikan pada tamu atau pada anaknya. Bakteri itu nantinya akan berpindah dan mengontaminasi makanan atau minuman tersebut dan akhirnya masuk pada tubuh orang lain.
Mikroorganisme
Pernafasan adalah salah satu jalan keluar bagi mikroorganisme, virus dan bakteri untuk menyebar dan menularkan pada manusia lainnya. Tak hanya asam karbonat dan bakter H. Pylori saja yang bisa menular dan menyebar dengan tiupan, tetapi jenis bakteri dan virus lainnya juga bisa menyebar. Sebut saja virus TBC, virus berbahaya yang terkadang tak disadari oleh seseorang yang mengidapnya yang akan dengan mudah menular melalaui droplet dan pernafasan yang intens. Sedangkan makanan atau minuman adalah sesuatu yang jelas akan masuk kedalam tubuh kita, diserap apa saja yang terkandung didalamnya termasuk nutrisi dan bakteri yang terkandung didalamnya.
Kotoran
Kotoran disini diartikan kotoran yang berada di mulut. Mulut adalah tempat kita menghaluskan semua makanan yang juga dicampur dengan berbagai enzim untuk membantu menghancurkan makanan. Makanan yang hancur tak seluruhnya akan masuk kedalam lambung, pastinya ada sisa makanan yang terselip disela-sela gigi atau menempel di dinding-dinding mulut. Tentunya hal itu berhubungan dengan adab menyajikan makanan pada tamu atau orang lain yang sangat tidak sopan jika kita meniupnya. Belum lagi bakteri yang dengan mudah berpindah dari mulut kita kedalam makanan hanya karena tiupan kita.
Dari penjelasan diatas tentunya sudah jelas mengapa meniup makanan atau minuman yang panas sangat tidak dianjurkan. Yang cukup dikhawatirkan adalah jika makanan atau minuman yang ditiup itu diperuntukan bukan untuk orang dewasa yang notabene sudah memiliki kekebalan tubuh maksimal. Melainkan diberikan kepada bayi atau balita yang dimaksudkan karena si bayi tidak bisa meniup makanannya sendiri. Bayi dan balita masih berada dalam usia yang rentan terkena penyakit. Sedikit saja ada kontaminasi asam karbonat atau bakteri lain pasti langsung direspon tubuh dengan gejala-gejala tak normal seperti diare, demam, muntah atau yang lain sebagainya.

Jumat, 01 Januari 2016

Selamat Tahun Baru 2016