Halaman

Rabu, 19 Oktober 2016

Tips Pola Makan Sehat



Tips Pola Makan Sehat

Pola makan sehat memang sangat diperlukan di kehidupan sehari-hari. Dengan mengatur pola makan kita yang baik sejak dini, maka bisa mencegah terjadinya penyakit-penyakit kronis seperti diabetes mellitus (kencing manis), kanker, darah tinggi dan masih banyak lagi penyakit lainnya yang mungkin bisa ditimbulkan oleh salah dalam menerapkan pola makan.

1.      Minumlah air putih 6-8 gelas setiap hari. Bila Anda dalam program menurunkan berat badan, teguklah satu atau dua gelas air sebelum makan. Ini akan membantu Anda membatasi porsi makanan yang akan dikonsumsi.
2.      Hindari minum berlebihan saat makan.Minum satu gelas atau lebih ketika sedang makan akan mempersulit kinerja pencernaan. Penelitian menunjukkan bahwa minum air ketika makan dapat mengencerkan konsentrasi asam lambung ( Hcl ) yang sangat dibutuhkan untuk mencerna makanan. Akibatnya hanya sedikit makanan yang bisa dicerna oleh tubuh. Hal ini, jika dibiarkan terus menerus bisa menimbulkan berbagai penyakit.Yang terbaik adalah minum air sebelum makan dan dua jam sesudahnya.hal ini dapat membantu dalam penyerapan nutrisi.
3.      Makanlah tiga kali, termasuk sarapan. Kemudian masukkan pula snack untuk selingan diantara jam makan. Makan dalam porsi kecil tapi sering lebih baik daripada makan sekali dalam porsi besar. OLeh karena itu aturlah jam makan Anda dengan jam yang sudah ditentukan. Maka anda harus makan hanya pada jam yang sudah Anda tentukan tadi. Ini bertujuan untuk menghindari makan makanan yang tidak perlu di jam-jam yang lain yang bisa menyebabkan obesitas.
4.      Makanlah secara perlahan, jangan tergesa-gesa. Selain memudahkan lambung untuk mencerna makanan, menyuap makan secara sedikit demi sedikit membuat hidangan terasa lebih nikmat.
5.      Beralihlah ke menu sehat. Pilih makanan atau hidangan dengan kadar lemak rendah. Contohnya:
-          Ganti susu wholemilk atau fullcream yang biasa Anda minum dengan susu rendah lemak (skim milk).
-          Gantilah daging sapi dengan pilihan rendah lemak seperti daging ayam atau ikan.
-          Hindarilah makanan yang digoreng dan pilihlah makanan yang dimasak dengan cara dibakar, dipanggang atau ditumis. Dalam menumis Anda pun banyak alternative. Selain menggunakan minyak, masakan bisa pula ditumis dengan kaldu ayam, kecap rendah natrium atau air.
-          Bila hendak menggunakan mentega atau margarin pada roti, oleskan saja tipis-tipis.
-          Perbanyak makan buah dan sayuran. Asupan sayur dianjurkan sebesar 3-5 sajian sedangkan buah 2-4 sajian per hari. Berdasarkan anjuran Institut Kanker, sedikitnya tiap orang harus mengonsumsi lima kelompok pangan berwarna setiap hari, yakni merah, putih, biru atau ungu, kuning dan hijau. Keberagaman warna atau warna pelangi menunjukkan  senyawa fitokimia tertentu yang berkhasiat mencegah penyakit tertentu.
-          Kurangi pemakaian saus yang berlemak, juga mayones dan salad dressing.
6.      Hindari minum minuman beralkohol. Selain tidak bergizi, alcohol mengandung kalori tinggi dan turut andil memperbanyak timbunan lemak di tubuh.
7.      Sebaiknya pilihlah bahan makanan alami, seperti sayur maupun daging segar. Sedapat mungkin hindari makanan-makanan yang telah diolah seperti makanan kaleng, sosis, dan sebagainya karena kandungan kalori dan lemaknya relative tinggi.
8.      Jangan terlalu sering membeli makanan-makanan cepat saji (fast food). Batasi diri Anda paling banyak mengkonsumsinya dua kali sebulan. Dan bila memutuskan untuk makan di restoran cepat saji jangan terpancing dengan penawaran paket hemat dan murah. Percayalah perut Anda tidak membutuhkan semua makanan yang tertera dalam paket tersebut. Lagipula kandungan kalorinya jelas tinggi.
9.      Jangan sampai melupakan makan malam. Tanpa makan malam, perut Anda akan kosong terlalu lama. Kondisi ini sangat tidak baik bagi kesehatan dan kebugaran tubuh Anda. Tetapi usahakan makan malam sebelum  pukul 19.00 dengan porsi sedang. Makan malam menjadi boomerang bila disantap menjelang tidur.
10.  Program Diet Makan.
Bicarakan dengan dokter atau ahli gizi tentang segala vitamin atau nutrisi bila Anda melaksanakan Diet. Lengkapi rencana diet Anda dengan makanan alami untuk membantu menangkal penyakit dan untuk mengoptimalkan kesehatan Anda.
11.  Tetaplah minum susu.

Rabu, 17 Agustus 2016

imunisasi



Imunisasi

Bayi dan anak-anak sangat rentan terhadap serangan penyakit karena daya tahan tubuhnya belum kuat. Diperlukan imunisasi untuk memberikan perlindungan, pencegahan, sekaligus membangun kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit menular maupun penyakit berbahaya yang dapat menimbulkan kecacatan tubuh bahkan kematian.

Istilah- istilah
Istilah imunisasi dan vaksinasi oleh kebanyakan masyarakat dipakai secara bersamaan/dipertukarkan/diartikan sama, walaupun sebenarnya artinya tidak sama.
Imunisasi adalah upaya membuat individu menjadi kebal terhadap suatu penyakit infeksi atau proses induksi imunitas secara buatan,dapat melalui vaksinasi atau pemberian antibodi.
Vaksinasi adalah upaya memberikan vaksin ke dalam tubuh untuk menimbulkan imunitas terhadap penyakit tertentu,  pemberian vaksin dengan cara ditetes maupun disuntik.
Vaksinasi merupakan suatu tindakan yang dengan sengaja/imunisasi aktif  dengan pemberian vaksin (antigen) yang dapat merangsang pembentukan imunitas (antibodi) oleh sistem imun di dalam tubuh.
 Vaksin adalah suatu produk yang merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membuat kekebalan terhadap penyakit tertentu.

Tujuan imunisasi
Tujuan imunisasi adalah untuk melindungi individu terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, mengurangi prevalensi penyakit pada masyarakat dan akhirnya mengeradikasi penyakit tersebut.
Pemberian vaksin pertama kali dilakukan oleh Edward Jenner pada tahun 1796, untuk mencegah penyakit cacar atau variola. Hal tersebut merupakan cikal bakal imunisasi. Dengan imunisasi, penyakit cacar yang sebelumnya merupakan penyakit infeksi yang amat ditakuti, telah berhasil dieradikasi tahun 1980. Saat ini pula dunia hampir bebas penyakit polio. Sehingga tidak berlebihan jika imunisasi disebut sebagai sumbangan terbaik dari para ilmuwan bagi dunia. Imunisasi telah menorehkan catatan manis bagi sejarah kesehatan.

Keuntungan/manfaat imunisasi
Imunitas yang terbentuk oleh beberapa vaksin akan berlangsung seumur hidup, cost effective karena relative murah dan efektif dibanding upaya pencegahan lainnya.
Imunisasi juga aman. Efek samping atau kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) yang serius sangat jarang terjadi, jauh lebih jarang daripada komplikasi yang timbul akibat penyakit bila anak tidak diimunisasi.
Menciptakan kekebalan komunitas. Vaksin akan melindungi anak dari penyakit tertentu. Jika suatu saat kuman menyerang, si kecil tidak akan jatuh sakit. Otomatis dia tidak akan menularkan penyakit kepada orang-orang di sekitarnya. Semakin banyak anak yang diimunisasi, kemungkinan kejadian penyakit semakin kecil. Sehingga bisa dikatakan bahwa selain bermanfaat untuk melindungi diri sendiri, imunisasi juga bermanfaat untuk menciptakan kekebalan komunitas atau biasa disebut herd immunity.
Mampu melenyapkan suatu penyakit dari muka bumi.

Jenis imunisasi
1.      Imunisasi pasif
Imunisasi pasif diperoleh dengan pemberian, pemindahan atau transfer antibodi spesifik, proteksi segera terjadi setelah pemberian antibody namun imunitas akan menghilang dengan berjalannya waktu.
Imunisasi pasif yang diperoleh secara alami adalah transfer antibodi (imunologi G) dari ibu kepada janin pada kehamilan trimester ketiga melalui plasenta, atau transfer antibody (immunoglobulin A), melalui kolostrum.
Imunisasi pasif yang diperoleh secara buatan adalah pemberian immunoglobulin pada infeksi akut seperti tetanus, difteri, rabies, pemberian HBIg (hepatitis B immune globuline) pada bayi yang lahir dari ibu dengan HBsAg positif.
2.      Imunisasi aktif
Imunisasi aktif diperoleh dari  masuknya kuman patogen ke dalam tubuh.
Imunisasi aktif dapat diperoleh secara alamiah melalui pajanan kuman patogen yang mengakibatkan infeksi subklinis atau klinis, selanjutnya menimbulkan respons imun protektif terhadap kuman pathogen bila terpajan kembali di kemudian hari.
Imunitas aktif dapat diperoleh secara buatan melalui pemberian vaksin yang mengandung kuman hidup yang dilemahkan atau inaktif atau komponen kuman tersebut.

Program imunisasi
Imunisasi yang dimasukkan ke dalam program nasional suatu Negara selalu disesuaikan dengan kondisi penyebaran penyakit di Negara tersebut. Program imunisasi di Negara satu dengan yang lain berbeda.
Program imunisasi di Indonesia sudah dilakukan sejak tahun 1977.

Program Inunisasi Nasional
Dikenal sebagai Pengembangan Program Imunisasi(PPI) atau expanded program on immunization (EPI)
Sebelum tahun 2013, vaksin yang diberikan dalam program imunisasi nasional adalah:
Hepatitis B
BCG
DTP
Polio
Campak
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI no 42 tahun 2013, imunisasi Haemophilus influenza tipe b dimasukkan dalam program imunisasi nasional.
Menurut peraturan tersebut, imunisasi rutin merupakan kegiatan imunisasi yang dilaksanakan secara terus menerus sesuai jadwal. Imunisasi rutin terdiri atas imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan.
Imunisasi dasar meliputi:
Hepatitis B
BCG
DTP
Hib (vaksin Hib yang digunakan adalah DTP-HB-Hib yang dikenal sebagai Pentabio)
Polio
Campak
Imunisasi lanjutan
Imunisasi lanjutan merupakan imunisasi ulangan untuk mempertahankan tingkat kekebalan atau untuk memperpanjang masa perlindungan.
Imunisasi lanjutan diberikan pada usia bawah tiga tahun (batita), anak usia sekolah dasar, wanita usia subur.
Imunisasi lanjutan yang diberikan pada anak balita adalah imunisasi DTP-HB-Hib dan campak.
Imunisasi lanjutan pada anak usia sekolah dasar diberikan dalam Bulan Imunisasi Anak Sekolah  (BIAS) yaitu pada murid sekolah dasar kelas 1,2 dan 3.

Imunisasi Rekomendasi IDAI
Ada dua program imunisasi berdasarkan Rekomendasi IDAI.
Program Pengembangan  Imunisasi (PPI) yang diwajibkan (imunisasi program nasional) dan Program imunisasi non-PPI yang dianjurkan.
Imunisasi tambahan/pilihan/yang dianjurkan oleh PP IDAI, yaitu imunisasi:
Pneumokokus
Rotavirus
MMR
Hepatitis A
Influenza
Demam tifoid
Cacar air
Human Papilloma Virus
Imunisasi tambahan tersebut di atas (+ imunisasi Japanese Encephalitis) menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI no 42 tahun 2013 disebut sebagai imunisasi pilihan yang merupakan imunisasi yang dapat diberikan kepada seseorang sesuai dengan kebutuhannya dalam rangka melindungi yang bersangkutan dari penyakit menular tertentu. 
Jadwal Imunisasi
Imunisasi harus diberikan sesuai jadwal imunisasi yang dianjurkan untuk mendapatkan respons imun yang optimal.selain itu jadwal imunisasi diperlukan untuk keseragaman dalam pelaksanaan imunisasi.
Sebagai acuan akurat,Anda bisa berpegang pada jadwal imunisasi yang resmi dibentuk oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal tersebut secara berkala akan dievaluasi untuk kemudian disempurnakan. Penyempurnaan ini didasarkan pada hasil penelitian tentang perubahan pola penyakit, kebijakan Departemen Kesehatan, WHO, kebijakan global, dan penyediaan vaksin di Indonesia.
Jadwal imunisasi rekomendasi IDAI terbaru adalah jadwal imunisasi sesuai rekomendasi IDAI tahun 2016.

Jadwal imunisasi rekomendasi IDAI 2016

thanks 4 Indri


Dalam pelaksanaannya jadwal imunisasi ini sebetulnya tidak kaku. Jika kondisi kesehatan anak tidak memungkinkan (tidak fit) pelaksanaan imunisasi bisa saja diundur. Tapi, setelah si kecil kembali pulih, imunisasi susulan (catch up immunization) harus sesegera mungkin dilakukan.

Tips sebelum vaksinasi
1.      Jika ada hal yang ingin Anda tanyakan, dapatkan jawabannya dari dokter anak sebelum waktu imunisasi. Dengan demikian Anda akan merasa lebih siap.
2.      Persiapan:
·         Bawa buku kesehatan anak.
·         Bawa benda kesayangan anak, seperti mainan, boneka atau selimutnya.
·         Pakaikan anak baju yang mudah dilepas seperti kaus dan celana longgar.
·         Bersiaplah, mungkin anak akan mendapatkan tiga suntikan atau lebih.
·         Persiapkan camilan atau hadiah jika proses imunisasi berlangsung lancar.
3.      Tenangkan diri Anda. Beritahu dokter atau perawat bahwa Anda cemas atau khawatir, mungkin mereka bisa menolong. Jika Anda terlihat cemas, anak akan bisa merasakannya dan jadi ikut cemas.
4.      Pegang anak saat disuntik. Dokter atau perawat akan membantu Anda memegang anak dengan aman. Jika anak Anda  terlalu banyak bergerak, jarum suntik mungkin akan keluar terlalu cepat sehingga anak perlu disuntik lagi.
5.      Jika anak Anda masih bayi, bicaralah dengan nada lembut, sentuh tangannya atau peluk dia. Lihat mata anak dan tersernyumlah. Jika Anda membawa batita untuk diimunisasi, ajak dia bicara, menyanyi, atau bercerita. Biarkan ia memeluk boneka kesanyangannya. Bantu anak bernapas perlahan sebelum disuntik, tunjuk benda dalam ruangan, katakana bahwa suntikan akan sedikit terasa sakit namun sakitnya akan segera hilang.
6.      Peluk dan sentuh bayi Anda seusai disuntik. Menyusui juga bisa menenangkan bayi. Berikan anak hadiah khusus, tidak perlu yang mahal.
7.      Jangan langsung pulang. Anda biasanya disuruh tetap di klinik selama 15 menit setelah suntikan.
8.      Sebelum meninggalkan klinik, tanyalah:
Apa efek samping imunisasi yang didapatkan anak?
Apa yang harus Anda lakukan terhadap efek samping itu?
Apa gejala lain yang Anda harus khawatirkan?
Siapa yang bisa Anda hubungi jika Anda butuh bantuan?
Kapan jadwal imunisasi berikutnya?
Catat jadwal kunjungan berikutnya di buku kesehatan anak.

Di Indonesia vaksin-vaksin yang ada dapat melindungi penyakit-penyakit:
Penyakit viral: rabies, campak, rubella, Yellow fever, mumps, hepatitis A, hepatitis B, influenza, Japanese encephalitis, poliomielitis. kanker leher rahim (oleh HPV) dan dengue. Diare (oleh virus rotavirus).
Penyakit bakterial: demam tifoid, difteri, HiB, infeksi pneumokokal, pertusis, dan tetanus.






 




Sabtu, 16 Juli 2016

pepaya



Pepaya

Carica papaya termasuk tanaman tropis yang berasal dari Benua Amerika, yaitu Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas.
Batang papaya berkayu lunak dan umumnya tidak bercabang.  Tumbuh hingga setinggi 5 sampai 10 meter jika lingkungan mendukung.
yang ini pepayanya bercabang , batang utama dan cabangnya sama sama menghasilkan buah
Daun pepaya berbentuk menjari , diameter daun berkisar 3070 cm. daun dilengkapi dengan tangkai yang panjang dan berlubang di bagian tengah. Tanaman papaya memproduksi daun sepanjang tahun. Bila sudah berusia empat atau enam bulan, tangkai daun akan gugur sendirinya, sebagai pengganti muncul daun-daun yang masih muda.
Pepaya adalah monodioecious (berumah tunggal sekaligus berumah dua) dengan tiga kelamin: tumbuhan jantan, betina dan banci (hemafrodit)
Tumbuhan jantan dikenal sebagai “papaya gantung”, yang walaupun jantan kadang-kadang dapat menghasilkan buah pula secara “parthenogenesis”. Buah ini mandul (tidak menghasilkan biji yang subur), dan dijadikan bahan obat tradisional. Bunga papaya memiliki mahkota bunga berwarna kuning pucat dengan tangkai atau duduk pada batang. Bunga jantan pada tumbuhan jantan tumbuh pada tangkai yang panjang. Bunga biasanya ditemukan pada daerah sekitar pucuk.
Bentuk buah bulat hingga memanjang dengan ujung biasanya meruncing. Warna buah ketika muda hijau gelap, dan setelah masak hijau muda hingga kuning. Bentuk buah membulat bila berasal dari tanaman betina dan memanjang (oval) bila dihasilkan tanaman banci. Tanaman banci lebih disukai dalam budidaya karena dapat menghasilkan buah lebih banyak dan buahnya lebih besar. Daging buah berasal dari karpela yang menebal, berwarna kuning hingga merah, tergantung varietasnya. Bagian tengah  buah berongga. Biji-biji berwarna hitam atau kehitaman dan terbungkus semacam lapisan berlendir (pulp) untuk mencegahnya dari kekeringan. Dalam budidaya, biji-biji untuk ditanam kembali diambil dari bagian tengah buah.


Anatomi Manfaat Pepaya
Temuan-temuan peneliti Barat mengungkapkan keseluruhan bagian tanaman papaya mulai dari buah, bunga, daun, biji, batang, tangkai, getah sampai akarnya bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan. Papaya cukup jitu “menguras” sembelit karena mengandung serat, membunuh cacing dalam saluran cerna, menurunkan tekanan darah tinggi dan melangsingkan badan. Yang sangat menggembirakan papaya mampu menekan perkembangan sel-sel kanker.
Buah
Buah pepaya banyak mengandung karbohidrat, asam amino, lemak,  kalsium, zat besi, vitamin A, C dan B kompleks, mineral, serta enzim-enzim yang diperlukan untuk pencernaan.. Kandungan papain pada buah mentah lebih tinggi dari yang sudah masak, namun keduanya sama-sama bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan vitamin C pada papaya lebih tinggi daripada jeruk sehingga baik disantap saat salesma. Papaya juga mengandung beta-kripto xantin yang berkhasiat antioksidan, akan terserap baik bila diasup dengan lemak, misalnya dibuat lodeh papaya muda. Juga mengandung asam folat yang baik utuk ibu hamil.
Buah papaya dimakan dagingnya, baik ketika muda maupun masak. Daging buah muda dimasak sebagai sayuran. Daging buah masak dimakan segar  atau sebagai campuran koktail buah.  Hampir semua unsur gizi papaya mudah dicerna dan diserap tubuh. Itu karena papaya juga kaya dengan enzim-enzim pencerna lemak dan karbohidrat. Enzim papain dapat memecah protein kompleks menjadi molekul sederhana . Karena itu papaya cocok di konsumsi orang yang sedang memulihkan kesehatan atau berdiet untuk menyeimbangkan pola makan yang banyak menyantap daging dan makanan berlemak.
Kulit buah
Kulit papaya bermanfaat untuk kecantikan, terutama menghilangkan noda yang tercetus karena penyakit kulit atau muncul karena radiasi sinar matahari. Kulit yang keriput juga bisa di mkuluskan dengan usapan kulit papaya.
Daun
Daun adalah bagian dari tanaman papaya yang paling penting untuk pengobatan. Daun papaya mengandung unsur gizi yang lebih tinggi dari buahnya. Kandungan papainnya juga lebih banyak dari buah yang sudah masak.
Biji
Biji papaya mengandung nutrisi yang tidak kalah hebatnya dengan bagian buah dan daun.

Batang, bunga dan akar
Dapat juga digunakan sebagai obat tradisional. Bunganya dapat juga diolah sebagai masakan.
Getah
Getah papaya tersimpan dalam daun, batang muda dan buah. Untuk mengeluarkan getah, bagian-bagian ini perlu ditoreh atau dilukai dengan pisau. Getah papaya juga mengandung papain dan dapat diolah menjadi produk-produk kosmetika, seperti masker atau shampo. Untuk kecantikan, getah berguna menghilangkan jerawat, keriput, noda-noda pada kulit akibat penuaan , dan noda akibat sinar matahari.
Getah papaya mengandung enzim papain semacam protease, yang dapat melunakkan daging dan mengubah konformasi protein lainnya. Papain telah diproduksi secara massal dan menjadi komoditas dagang. Ekstrak papain  dijual dalam bentuk serbuk yang digunakan untuk melunakkan daging masakan.
Untuk memproduksi papain, bahan baku yang perlu dipersiapkan adalah getah papaya. Sementara bahan penolongnya berupa air dan sulfit. Air digunakan sebagai pengencer getah papaya, sedangkan sulfit digunakan sebagai pelarut bahan kimia.
Pengambilan getah buah
Pengambilan getah buah dilakukan pada buah yang sudah berumur 2,53 bulan. Buah yang sedang dalam masa penyadapan harus tetap tergantung pada batang pokoknya. Penyadapan dilakukan sampai tujuh kali dengan interval penyadapan empat hari, maka waktu yang diperlukan untuk penyadapan adalah sekitar 28 hari. Waktu yang tepat untuk menyadap adalah pagi hari sebelum matahari terbit atau sore hari sebelum matahari terbenam. 

Ramuan Obat Pepaya
Jerawat, luka bakar, noda akibat penuaan
Ambil getah papaya, oleskan pada kulit yang sakit.
Keriput
Sediakan papaya muda (yang kulitnya masih hijau). Ambil potongan kulitnya, tempelkan bagian yang berdaging dan bergetah pada kulit yang keriput.
Sembelit
Makan potongan papaya matang sebagai kudapan atau hidangan penutup untuk menyeimbangkan asupan makanan berat lain.
Rajin mengonsumsi buah papaya (diet papaya) juga menstabilkan tekanan darah dan menghindarkan terjadinya efek hipoglikemi (penurunan darah di bawah normal) pada penderita diabetes.
Masker pelembab kulit yang kusam
Haluskan papaya dan dicampur dengan sedikit air. Namun tes dulu apakah kulit Anda alergi atau tidak terhadap papaya.
Efek Samping
Papaya termasuk tanaman obat yang aman dan jarang menimbulkan efek samping. Kendati demikian, wanita hamil sebaiknya menghindari makanan-makanan yang mengandung buah mentah, daun, biji dan akar papaya, karena bisa memicu keguguran. Ibu hamil boleh-boleh saja memakan daging papaya matang. Tapi jumlahnya dibatasi jangan sampai berlebihan. Terlalu banyak menyantap papaya bisa melukai usus.
Interaksi
Mereka yang sedang mengonsumsi obat antidepresi atau obat hipertensi yang mengandung MAO  inhibitor dalam kondisi apapun jangan mengonsumsi jus papaya.