Jumat, 26 Juli 2013

Merawat Tali Pusat

                                              

                                                           MERAWAT TALI PUSAT

Agar tidak menimbulkan infeksi, sisa potongan tali pusat harus dirawat dengan benar.
Minimal 2 kali sehari sehabis mandi, tali pusat si kecil harus dibersihkan.
            Perawatan tali pusat  dan area sekelilingnya harus selalu bersih dan kering. Jangan lupa, cuci tangan kita dengan menggunakan air bersih dan sabun sebelum membersihkan tali pusat.
            Penelitian menunjukkan, tali pusat yang dibersihkan dengan air (air hangat) dan sabun cenderung lebih cepat puput dibandingkan yang dibersihkan dengan alkohol (dapat pula terjadi iritasi pada kulit dengan antiseptik/alkohol). 
             Pencegahan infeksi dapat dilakukan dengan membersihkan seluruh tali pusat (tempat pemotongan,tali pusat dan pangkalnya) dan daerah sekitar tali pusat seluas 2,5 cm dengan air hangat dan sabun.
            Tali pusat juga tidak boleh ditutup, karena akan membuatnya menjadi lembab. Selain memperlambat puputnya tali pusat, juga menimbulkan resiko infeksi. Kalaupun ditutup, cukup bagian atasnya saja. Pastikan bagian pangkal tali pusat dapat terkena udara dengan leluasa.
            Cukup kenakan popok dan baju atasan saja. Bila bayi menggunakan popok kain jangan masukkan baju atasannya ke dalam popok.
Hal ini dimaksudkan agar tali pusat agar cepat mengering dan lepas.

REKOMENDASI TERBARU DARI WHO TENTANG CARA MEMBERSIHKAN TALI  PUSAT,
Bersihkan pangkalnya dengan menggunakan air dan sabun ketika mandi.
Untuk membersihkan pangkal ini, kita harus sedikit mengangkat (bukan menarik) tali pusat dengan kasa steril yang sudah dibasahi air/alkohol. Tenang saja bayi tidak akan merasa sakit.
Sisa air atau alkohol yang menempel pada tali pusat dapat dikeringkan     dengan menggunakan kain kasa steril kering.
Setelah itu keringkan dengan cara diangin-anginkan atau dikipasi perlahan.
Biarkan tali pusat lepas dengan sendirinya.(dalam waktu 1-2-4 minggu) (jangan pernah sengaja menarik-nariknya atau mencopotnya sendiri)
Penggunaan antiseptik tergantung kondisi masing-masing negara jika resiko infeksi tinggi dianjurkan memakai antiseptik biasanya alkohol 70 %.

Merawat Tali Pusar  dengan memakai antiseptik :

Alat-alat yang digunakan:
alkohol 70 %
atau tisu alkohol (saat ini banyak tersedia di apotek)
kapas kering/ kasa steril/cotton bud
tempat sampah

Langkah-langkah:
1. Cuci tangan Anda menggunakan sabun sampai bersih, bilas dengan air mengalir, lalu keringkan.
2. Buka kasa pembungkus tali pusar bayi, buang ke tempat sampah.
3. Pegang ujung tali pusar dengan satu tangan sementara tangan yang lain memegang kasa beralkohol. Tali pusat sedikit diangkat (bukan menariknya) Bersihkan tali pusar dengan menggunakan kapas yang telah dibasahi alkohol atau tisu alkohol atau cotton bud beralkohol , dari pangkal ke ujung tali pusar, ulangi 2-3 kali atau sampai bersih. Paling penting bersihkan lipatan tali pusat dengan perut, lipatan ini dibersihkan dengan menarik sedikit tali pusat ke atas, samping, depan, ke bawah, kemudian 2 1/2 cm sekitar tali pusat. Bersihkan kerak (sisa-sisa darah dan jaringan tali pusar yang mengering ) di pinggiran pusar ataupun kotoran di bagian dalamnya). Bersihkan pangkal tali pusar dengan gerakan melingkar searah jarum jam, namun jangan menekannya.
4. Tali pusat bisa ditutup dengan menggunakan kasa steril kering, bungkus kembali tali pusar.(jangan lupa untuk menggantinya setiap kali usai mandi, si kecil berkeringat, terkena kotor atau basah). Alasan memakai kain kasa steril yang kering karena menutup dengan kain kasa alkohol jika alkoholnya sudah menguap tinggal kain kasa basah yang baik untuk pertumbuhan kuman.

Caranya: seperti membedong, yaitu membentuk segitiga. Jika tali pusat pendek, kasa cukup dibuat simpul.
Kalau ditutup dengan kasa cukup bagian atasnya saja. Pastikan bagian pangkal terkena udara dengan leluasa.
5. Rapikan sisa peralatan dan buang sampahnya.
6. Cuci tangan Anda kembali sampai bersih.

Setelah perawatan tali pusat, cukup kenakan popok dan baju atasan saja. Bila bayi menggunakan popok kain, jangan masukkan baju atasannya ke dalam popok.

Jangan menutupi tali pusat dengan popok bayi atau bahkan gurita.


Ada juga teori medis yang mengatakan kini tidak perlu lagi alkohol ataupun antiseptik lain selama tali pusat dikeringkan setelah mandi.



Rekomendasi yang ada saat ini adalah tali pusat dioleskan antiseptik, tetapi setelah itu dibiarkan terbuka dan kering, tidak dikompres dengan kasa yang dibasahi oleh cairan antiseptik. (sumber: Clinical Pediatric 2010;49:45-48, WHO Essential Newborn Care, 2008)

Bila sudah puput , jangan lupa untuk selalu membersihkan bagian pusar, saat mandi bersihkan dengan sabun lalu keringkan bagian dalam pusar agar tak ada air yang tergenang di dalamnya.Biasanya darah pangkal tali pusar akan terasa lengket saat dibersihkan. Anda juga mungkin menemui darah yang sudah kering. Bersihkan setiap hari dengan cotton bud yang digulir-gulirkan dari kiri ke kanan di atas pusar. Jangan pernah mencongkel lubang yang baru lepas dari talinya.



Hubungi dokter jika:
Tali pusat belum juga puput setelah 4 minggu, atau bila terlihat adanya tanda-tanda infeksi, seperti pangkal tali pusat dan daerah sekitarnya berwarna merah , keluar cairan yang berbau, ada darah yang keluar terus-menerus, dan atau demam tanpa sebab yang jelas.

Umumnya perawat di rumah sakit sudah mengajarkan Anda cara merawat tali pusar sebelum meninggalkan rumah sakit bersama bayi Anda.

Baca  juga tentang : Lotus Birth

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.