Jumat, 26 Juni 2015

Wadah Plastik yang Aman untuk Pangan







Wadah Plastik yang Aman Untuk Pangan
Plastik populer digunakan mulai sebagai alat makan, botol hingga pembungkus. Anda tidak perlu terlalu cemas perihal plastik bagi kesehatan jika digunakan sebagai kemasan non pangan. Namun bila dipakai mengemas bahan pangan, ada beberapa jenis plastik yang dapat berbahaya bagi kesehatan. Jenis-jenis plastik  mempunyai tingkat risiko bahaya yang berbeda, tergantung material plastik, jenis makanan yang dibungkus, lama kontak antara plastik dan makanan, serta suhu makanan.
Plastik mengandung berbagai material yang terdiri dari monomer plastik (bahan baku /dasar plastik), stabilizer yang mencegah plastik agar tidak mudah berubah bentuk, pigmen atau pewarna, extender (penambah berat) dan plasticizer. Berbagai komponen yang terkandung di dalam plastik tersebut menjadi berbahaya karena dapat berpindah ke dalam makanan yang bersentuhan dengannya. Hal ini disebabkan lemahnya ikatan struktur antara monomer plastik dengan stabilizer dan plasticizer. Bila makanan tersebut dikonsumsi, bahan-bahan tadi ikut terserap ke dalam tubuh. Lama-lama akan menumpuk dalam tubuh karena tidak bisa dibuang, baik lewat urin maupun feses. Bila konsentrasi kadar zat berbahaya dalam tubuh sudah melewati kadar ketahanan tubuh itu sendiri, muncullah suatu gejala penyakit, seperti gangguan pada sistem saraf, gangguan fungsi ginjal,hati atau bahkan kanker. Dampak negatifnya tidak segera terlihat, namun akan terakumulasi dalam tubuh dalam jangka waktu lama (bahkan dalam hitungan puluhan tahun), baru kemudian mengganggu kesehatan.
Pada waktu pewadahan, penyimpanan, transportasi dan distribusi, bahan kimia tersebut berpindah dari kemasan ke dalam bahan pangan. Istilah ilmiahnya adalah migrasi.
Sebetulnya yang bermigrasi tidak hanya bahan kimia yang berbahaya saja tetapi juga bahan kimia yang tidak berbahaya. Migrasi keseluruhan bahan kimia disebut migrasi total, sedangkan migrasi bahan kimia tertentu khususnya yang berbahaya disebut migrasi spesifik. Migrasi dapat pula terjadi bila ada kontak langsung antara bahan pangan dengan kemasan. Pada produk- produk plastik yang aman, sifat bermigrasi atau pelepasan zat kimia seperti ftalat yang terkandung, relatif terkontrol dengan baik sehingga tidak melewati nilai batas tertentu yang dapat membahayakan kesehatan tubuh (BPOM No. HK 00.005.55.6497 tentang Bahan Kemasan Pangan,2007). Bahkan, kini tersedia bahan plastik yang relatif tidak mengandung bahan tambahan  seperti polikarbonat atau poliselulosa (serat alam). 
Pemakaian peralatan plastik ini cukup aman jika Anda hanya menggunakannya untuk makanan bersuhu rendah atau dingin. Jangan sekali-kali menggunakan plastik untuk makanan panas.
Memang sulit bagi kita semua untuk mengetahui apakah wadah makanan ini terbuat dari jenis plastik yang aman atau berbahaya. Ada baiknya jika Anda cermat dalam menggunakan barang-barang plastik untuk memasak ataupun mewadahi makanan sehari-hari di rumah.
Tiga hal berikut dapat menjadi pertimbangan Anda dalam menggunakan barang-barang plastik di dapur:
1.      Jenis Makanan
Beberapa jenis makanan tertentu dapat memicu larutnya komponen plastik ke dalam makanan tersebut. Jenis makanan yang paling riskan memicu reaksi migrasi ini adalah makanan yang mengandung lemak dan yang bersifat asam, seperti gulai, rendang, acar dan kuah pempek.
2.      Lamanya kontak antara barang plastik dengan makanan
Lama tidaknya makanan atau minuman bersentuhan langsung dengan wadah plastik, juga memegaruhi perpindahan komponen plastik ke dalam makanan.
Semakin lama makanan tersebut kontak dengan wadah terbuat plastik, maka akan semakin banyak pula komponen plastik yang akan pindah ke dalam makanan tersebut.
3.      Suhu makanan
Suhu makanan merupakan hal yang perlu diperhatikan. Semakin tinggi suhu makanan, maka akan semakin cepat komponen plastik berpindah ke dalam makanan itu. Meskipun Anda yakin bahwa wadah plastik tersebut merupakan jenis plastik aman, ada baiknya jika Anda tetap menghindari pemakaian peralatan plastik untuk makanan yang bersuhu tinggi. Pastikan juga Anda tidak memanaskan makanan di microwave menggunakan wadah plastik. Yang harus Anda ingat, plastik yang paling aman sekalipun, hendaknya digunakan hanya untuk makanan dengan suhu normal. Jika tetap ingin mengukus/memanaskan makanan yang dikemas dengan plastik, harus dipilih plastik yang mencantumkan tulisan aman dipanaskan dengan microwave. Pada suhu dingin, monomer relatif tidak berpindah karena tidak ada pemicunya.
Yang ini Aman
Tidak semua jenis plastik berbahaya, dalam arti mengalami migrasi spesifik. Bila kita cermat, di bawah botol kemasan pangan selalu ada tanda segitiga panah melingkar dengan nomor 1-7. Nomor tersebut menandakan jenis plastik yang digunakan untuk membuat wadah. Tanda panah tersebut berkaitan dengan daur ulang (recycling). Tidak semua plastik dapat didaur ulang dan dikembalikan pada penggunaan seperti sebelumnya.
Berikut ini jenis-jenis plastik yang dianggap aman untuk mengemas bahan pangan :
#1 Polyethylene terephthalate  (PET atau PETE)
Tanda ini biasanya tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya serta tulisa PETE atau PET (polyethylene terephthalate) dibawah segitiga. Bersifat food grade.
Biasa untuk mengemas air minum , minuman ringan berkarbonasi, jus buah, minyak goreng, salad dressing, jelly.
Untuk menyimpan air dingin di lemari pendingin, atau bekal air minum di mobil atau di kantor gunakanlah botol gelas.
#2 High Density Polyethlene (HDPE)
HDPE.  Plastik ini memiliki tanda angka 2 di tengah segitiga anak panah.
Biasa digunakan untuk mengemas susu, jus, yoghurt dan botol gallon air minum.Dapat juga berbentuk kantong plastik, plastik berongga (untuk menyimpan sayur), stoples plastik tertutup.
#4 Low Density Polyetthlene (LDPE),
Logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE. 
Biasa digunakan pengemas cling wrap, pengemas roti, makanan beku, dan botol plastik yang dapat ditekan (untuk mengeluarkan bahan dari dalamnya).
Jika membeli cling wrap untuk membungkus makanan, pilihlah yang LDPE atau LLDPE. Lebih baik yang bertuliskan “Approved by FDA”. Jangan memilih yang dari PVC. Yang ini untuk membungkus barang non pangan saja.
#5 Polypropilene (PP),
Hampir tidak berbahaya, biasa digunakan mengemas sup, saus tomat dan margarin.


Jangan
Jenis plastik yang tidak direkomendasikan untuk mengemas bahan pangan karena mengandung bahan berbahaya yang dapat bermigrasi:
1.      Polyvinil Chloride (PVC atau disebut vinil). Plastik ini sering dibuat cling wrap untuk mengemas barang bukan makanan. Sayangnya sering juga dipakai untuk wadah kue kering atau coklat. Botol plastik yang dapat ditekan ada juga terbuat dari PVC.
2.      Polistyrene (PS)
Bersifat karsinogenik dan mengandung dioksin, dipakai untuk membuat sendok sayur dan gelas lunak.
Styrofoam tergolong “keluarga”plastik karena terbuat dari Polistiren.
Styrofoam seperti yang digunakan untuk mengemas buah dan sayuran di toko swalayan atau membungkus makanan take-away.
Styrofoam yang aman  (food grade) menggunakan lambang recycling 6 dan ada lambang sendok garpu atau bertulis food grade.
Membeli buah-buahan yang belum dikupas dalam kemasan wadah Styrofoam yang ditutup clingwrap masih aman. Tapi kalau kita membeli daging segar atau ayam yang dikemas dengan cara yang sama, sesampai di rumah ganti kemasannya dengan kantong plastik yang aman, sebelum di simpan pada suhu beku atau di bawah 5oC.
Bila akan menggunakan kemasan styrofoam, sebaiknya gunakan alas plastik, kertas nasi atau daun untuk memperkecil kemungkinan migrasinya senyawa pada styrofoam ke makanan.
3.      Polikarbonat mengandung bisphenol-A yang berbahaya dan dapat bermigrasi. Polikarbonat ini termasuk plastik yang tahan suhu tinggi. Celakanya sering digunakan sebagai botol susu bayi dan alat-alat makan (sendok, garpu,pisau) plastik!

Untuk memilih botol plastik yang aman untuk botol susu bayi adalah botol dengan lambang #2HDPE, #4LDPE, #5PP. Botol plastik tersebut tergolong aman karena terbuat dari polypropylen atau polyethylen. bahan tersebut diketahui tidak melarutkan karsinogen atau zat penyebab kanker.

Tips Memilih Wadah Plastik Aman

Kiat untuk dapat mengenali  plastik yang aman digunakan sebagai wadah makanan dan minuman bagi keluarga:

Memenuhi salah satu kriteria:
·         Simbol gelas dan garpu, atau
·         Tulisan food grade, atau
·         Merupakan merek dagang yang dipatenkan
Kiat memilih wadah plastik aman:
·         Memenuhi standar mutu dan keamanan pangan dari lembaga berwenang, baik di negara asal atau di Indonesia
·         Tidak tergiur harga murah, tetapi memberi risiko buruk bagi kesehatan
·         Belilah dari penjual (distributor/dealer) resminya
 Langkah-langkah yang disarankan dalam penggunaan wadah plastik: .
- Sebelum menggunakan, terlebih dulu cium aromanya. Jika bau plastiknya tercium begitu menyengat atau berbeda dengan bau plastik pada umumnya, segera sisihkan dan jangan gunakan. dikhawatirkan senyawa kimia yang terkandung di dalamnya bukan tergolong zat yang aman. Kemungkinan lain, proses peramuannya kurang bagus, hingga malah mengundang racun bagi tubuh.
- Amati warna wadah plastik yang digunakan. Cermati bila setelah penggunaan berkali-kali warnanya kian pudar, pucat, redup atau tidak seperti warna semula ketika baru dibeli. Perubahan warna tersebut diakibatkan reaksi zat aditif dalam plastik yang kemungkinan besar akibat sering terkena air panas/mendidih.
- Plastik yang tergolong bagus biasanya memiliki permukaan yang halus, licin dan tampak transparan. Nah, jika permukaannya berubah jadi buram atau kasar, sebaiknya jangan gunakan lagi.
- Untuk menjamin produk yang dibeli, jangan pilih wadah plastik yang sudah tampak rusak. Jika masih belum yakin, sesampai di rumah cobalah masukkan ke dalam air mendidih. Perhatikan apakah ada perubahan bentuk, warna atau bagian permukaannya. Bahan plastik berkualitas biasanya tidak akan rusak bila dimasukkan ke dalam air mendidih sekalipun.
- jangan jadikan wadah plastik sebagai tempat makanan berminyak. Dikhawatirkan proses kimiawi yang terjadi antara minyak dan plastik bisa meracuni tubuh.
- Batasi pemakaian untuk menyimpan makanan-makanan kering saja.
-supaya lebih aman, pilihlah produk-produk wadah plastik yang memang didesain khusus untuk menyimpan minuman/makanan panas, meski biasanya produk semacam ini tergolong mahal.



Menghilangkan Bau Wadah Plastik
1.      Gunakan jeruk nipis atau cairan pembersih piring beraroma jeruk nipis saat mencuci.
2.      Lap sampai kering sebelum dimasukkan ke lemari penyimpanan. Keadaan lembap akan membuat kotak makanan kembali bau.
3.      Jika di simpan untuk waktu lama, masukkan serlembar koran ke dalam kotak. Fungsinya untuk menyerap bau.
Kode/Tanda Wadah Plastik
Kode/tanda wadah pladstik yang digunakan umumnya ada di permukaan bawahnya.Tanda tersebut merupakan kode yang dikeluarkan The Society of Plastic Industry pada tahun 1998 di Amerika Serikat dan diikuti oleh lembaga-lembaga pengembangan sistem kode, seperti ISO (Internasional Organization for Standardization).
Secara umum tanda pengenal plastik tersebut berciri-ciri:
1.      Berada di bagian bawah
2.      Berbentuk segitiga
3.      Di dalam segitiga tersebut terdapat angka
4.      Nama jenis plastik di bawah segitiga


Simbol cangkir dan garpu menandakan kemasan plastik tersebut aman untuk menyimpan makanan.
Simbol lainnya seperti gelombang radiasi yang berarti aman digunakan di microwave atau dipanaskan
Simbol snowflake (salju) menandakan aman disimpan di freezer atau dibekukan, dan
Simbol piring di air berarti aman di cuci dengan mesin cuci piring.

Info BEKAS BOTOL MINUMAN
Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol plastik (Aqua, VIT , etc) dan menaruhnya di mobil atau di kantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastik botol (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate atau PET) yang dipakai di botol-botol ini mengandung zat-zat karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jika ingin memakainya lebih lama, tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh ditempat yang jauh dari matahari serta memperhatikan aspek higienis. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai berulang-ulang, jangan memakai botol plastik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.