Rabu, 16 Januari 2013

Rambu Tindik Telinga

                                                  RAMBU TINDIK TELINGA  BAYI



   
     Bagi masyarakat kita, menindik telinga bayi perempuan adalah tradisi yang hampir selalu dilakukan setelah si bayi lahir. Alasannya beragam. Ada yang karena kebiasaan, ada juga yang menganggapnya sebagai identitas bahwa bayi mereka perempuan. 
    Beberapa fakta mengenai tindik bayi :
1. Kemungkinan infeksi
2. Alergi
3. Luka karena model anting

     Menindik telinga bayi perempuan sesungguhnya bertentangan dengan konvensi
Unicef – PBB pada hak anak. Namun nyatanya, banyak dari Anda yang tak sabar menindik telinga bayi perempuan dan memakaikan anting-anting. Oke, bila itu pilihan Anda, berikut ini rambu dari Ayahbunda.

•    Tunggu hingga bayi berusia 6 bulan, untuk menghindari infeksi akibat prosedur tindik, yang kemungkinan terkenanya lebih tinggi bila bayi ditindik kurang dari 6 bulan. Sebelum usia 6 bulan, sistem imunitas anak belum terbentuk penuh.
•    Bayi sudah diimunisasi Difteria-Tetanus-Pertusiss (DTaP) yang melindunginya dari tetanus –yang dapat terjadi bila jarum tindik tindak steril sempurna.
•    Minta dokter menggunakan jarum steril sekali pakai (disposable sterilized needle). Dan minta pula saran dokter untuk penggunaan obat peredam nyeri , misalnya infant acetaminophen. 
•  .Bersihkan teratur  .Bersihkan kulit sekitar cuping telinga dengan air dan sabun lembut. Bersihkan dengan cairan antiseptik (alkohol) setiap hari. Selalu cuci tangan Anda sebelum menyentuh telinga si nona kecil.
•     Selama 6 minggu berturut-turut, anting yang pertama dipasang itu tidak boleh dibuka. Setelah itu baru dapat diganti dengan anting lain. Anda perlu sedia anting cadangan–  untuk mengamati adanya kemungkinan alergi atau ruam.
•  Pilih anting  terbuat dari emas , platinum, titanium atau baja hypoallergenic•  •    Sebaiknya berikan anting emas, paling tidak 14 K, agar kulit sensitif anak Anda terhindar dari reaksi alergi.  Sediakan anting dengan klep penutup yang tidak mudah ditarik tangan si kecil. 
•    Meskipun sebagian besar orang tua memasangkan anting kepada anak perempuan sejak bayi. Tetapi kini tak sedikit orang tua membiarkan balita tanpa anting saat bayi dan memberikan anak kesempatan memilih di usia balita atau sekolah.
•    Keamanan anak juga harus dipertimbangkan! Tak perlu memberi perhiasan menyolok dan berdesain rumit. Pastilah kurang nyaman bagi anak dan memancing kejahatan

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.