Halaman

Selasa, 05 Desember 2017

Cara Tepat Minum Oralit



Cara Tepat Minum Oralit
Pengobatan dengan oralit merupakan penemuan terbesar zaman ini. Sayangnya, banyak dokter dan pasien tidak menyadari untuk memakai obat sederhana ini sejak awal. Rupanya, oralit dianggap tidak langsung dapat menghentikan diare, bahkan malah dapat menginduksi muntah.
Umumnya, oralit diminum dengan cara mencampurkan satu sachet oralit ke dalam segelas (200 cc) air . lalu diteguk sekaligus. Yang sering terjadi, penderita kemudian muntah dan terasa mau buang air besar. Mengapa demikian? Karena cara minum oralit seperti itu keliru.

Seharusnya, cara yang benar adalah larutan oralit diteguk sedikit demi sedikit, 2─3 x lalu berhenti 3 menit. Hal ini memberi kesempatan oralit diserap usus untuk menggantikan garam dan cairan yang hilang melalui feses. Demikian prosedur ini diulang terus sampai satu gelas habis. Bila diare hebat masih berlanjut minum oralit harus diteruskan sesuai petunjuk pemakaian. Dengan cara minum yang benar, oralit biasanya akan menghentikan diare dengan cepat dan efisien. 

Cara Pembuatan dan Pemberian Oralit:
1.      Cuci tangan hingga bersih.
2.      Gunakan gelas, cangkir, teko, panci, botol, sendok atau peralatan lain  yang bersih.
3.      Gunakan air minum, baik air putih atau air teh atau air susu yang telah masak, jangan memakai air sedang mendidih atau sedang direbus.
4.      Masukkan 1 bungkus oralit (kemasan untuk 200 cc) ke dalam 1 gelas (200 cc) yang telah berisi air minum (air hangat kuku) tadi dan aduk hingga larut betul.
5.      Larutan setelah  lebih dari 24 jam jangan diminum lagi, buatlah larutan yang baru.
6.      Pada prinsipnya berikan oralit sebanyak anak mau minum (ad libitum) dan dapat dihentikan bila penderita telah segar kembali dan tidak diare/mencret atau sampai penderita tidak merasa haus lagi. Jangan takut kelebihan, sebab akan terbuang lewat air seni. Sebaliknya, jangan sampai kurang.
7.      Mula-mula berikan sedikit-demi sedikit agar anak jangan muntah. Berikan sesendok teh tiap 12 menit untuk anak di bawah umur 2 tahun dan beberapa teguk dari gelas untuk anak lebih tua. Jangan menggunakan dot atau botol karena merangsang langit-langit tenggorokan sehingga akan menimbulkan muntah.
- Bila anak muntah, tunggulah selama 510 menit untuk kemudian diberikan lagi sedikit demi sedikit (misalnya sesendok tiap 23 menit).
- Bila kelopak mata bengkak, hentikan pemberian oralit dan berikan air masak atau ASI. Beri oralit kembali sesuai jumlah yang ditentukan untuk tiap tingkat derajat dehidrasi bila bengkak telah hilang.
8.      Sebaiknya penderita secepatnya di bawa ke pos/sarana kesehatan terdekat untuk dinilai derajat dehidrasi menurut skor derajat dehidrasi misalnya menurut skor King, skor dehidrasi WHO, gejala klinik atau tonisitas darah. Setelah penentuan skor dehidrasi akan diberikan petunjuk penggunaan oralit untuk derajat ringan dan sedang. Di infus bila dehidrasi derajat berat.
Pemberian oralit harus selalu dilakukan di mana saja, baik ketika di rumah maupun di RS.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.