Selasa, 26 April 2011

Kanker Payudara


Waspadailah Kanker Payudara !
( dr. Lusia )

 Kanker payudara merupakan kanker yang sangat menakutkan kaum wanita. Di Indonesia kanker ini menduduki tempat kedua dari sepuluh kanker terbanyak setelah kanker leher rahim di tempat pertama. Berdasarkan data Depkes RI, KPD merupakan penyebab kematian nomor 6 di Indonesia. Yang cukup memprihatinkan pula, 87 % KPD di Indonesia ditemukan dalam keadaan lanjut, sehingga upaya pengobatan sering menemui kegagalan padahal bila penyakit ini terdeteksi ditahap permulaan dan kemudian ditangani secara cepat dan tepat, penderita memiliki harapan kesembuhan yang cukup besar.
           Untunglah dalam hal ini berlaku pula pendapat bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Artinya peluang untuk tidak terkena bisa direbut dengan langkah-langkah pencegahan. Mulai dari deteksi dini ( Sarari,pemeriksaan mamografi ) sampai gaya hidup sehat ( mengatur makanan , menghindari alkohol, melahirkan pada usia duapuluhan dan menyusui bagi wanita yang memiliki anak).
            Apakah kanker payudara itu, apa penyebabnya dan bagaimana penanganannya? Untuk
mengetahui seputar kanker payudara mari kita menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini.
  1. Apakah kanker payudara itu ?
Bila di dalam payudara terjadi pertumbuhan sel-sel yang berlebihan, maka terjadi suatu benjolan atau tumor payudara.Tumor ini dapat bersifat jinak maupun ganas.Disebut ganas atau kanker bila pertumbuhan sel sedemikian agresif, sehingga bisa menembus membran atau mendesak keluar jaringan payudara.Jaringan  payudara yang dapat terkena yaitu kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikatnya.
  1. Apa penyebabnya  ?
Sampai saat ini penyebab kanker payudara belum diketahui dengan pasti, namun ada golongan yang disebut sebagai kelompok beresiko untuk terkena kanker payudara ( faktor resiko ).
  1. Siapakah yang beresiko terkena kanker ini  ?
      Ada beberapa faktor resiko bagi kanker payudara, antara lain :
1.      Jenis kelamin wanita.
2.      Usia ( angka kejadian kanker payudara meningkat seiring dengan bertambahnya usia ).
3.      Wanita yang memiliki siklus menstruasi yang panjang ( wanita yang mengalami haid pertama kali pada usia yang sangat muda ,di bawah 11 tahun dan mengalami masa menopause yang sangat tua ( diatas 50 tahun ).
4.      Wanita yang dalam silsilah keluarganya ada yang pernah menderita kanker payudara ( Jika ada anggota keluarga dekat, keturunan langsung yang terkena kanker payudara maka kemungkinan terkena kanker payudara pada anggota keluarga lainnya lebih tinggi ,biasanya generasi pertama : ibu, saudara perempuan atau anak perempuan ).
5.      Wanita yang tidak menikah.
6.      Wanita yang menikah namun tidak mempunyai anak.
7.      Wanita yang mengalami kehamilan pertama kali diatas 30 tahun.
8.      Wanita yang mempunyai riwayat tumor, perubahan – perubahan payudara yang bersifat pra- ganas atau pernah menderita kanker payudara sebelumnya .
9.      Memiliki mutasi genetic yang didapat dari gen orang tua ( perubahan pada gen BRCA1 dan BRCA2)
10.  Adanya riwayat kanker  rahim, indung telur ( ovarium ) dan usus besar ( juga
termasuk pada keluarga )
11.  Minum obat yang mengandung hormon estrogen jangka panjang ( pil
kontrasepsi oral, hormone replacement therapy setelah menopause,pernah menjalani terapi hormon dalam jangka panjang karena mandul ).
12.  Paparan sinar radioaktif, misalnya telah mendapat radias pada payudara, misalnya untuk pengobatan keloid.
13.  Pola makan ( diet tinggi lemak ).
14.  Konsumsi alkohol ( mengkonsumsi minuman beralkohol 2-5 gelas perhari ).
15.  Merokok
16.  Jarang berolahraga.
17.  Mengalami berbagai macam goncangan jiwa yang hebat dalam kehidupannya ( bercerai, tidak dapat menikah, dimadu dsb ).
18.  Mengalami trauma berulang kali pada payudara.
  1. Apa manfaat mengetahui faktor resiko ini ?
Dengan mengetahui adanya faktor resiko pada seseorang diharapkan agar lebih waspada terhadap kelainan – kelainan yang ada pada payudara,baik dengan rutin melakukan SADARI maupun secara periodik memeriksakan kelainan payudara atau tanpa kelainan kepada dokternya. Dan bagi dokter perlu melakukan fisik yang baik dan lege artis dan melakukan pemeriksaan mamografi pada penderita dengan high risk factor tersebut. Jadi maksudnya hanya untuk lebih waspada, tidak untuk menakut-nakuti dan menimbulkan kegelisahan pada orang-orang yang mempunyai faktor ini.
  1. Apa tanda - tanda dari kanker payudara ?
-         Tanda - tanda kanker payudara dini :
               * Benjolan tunggal
* Konsistensi padat keras
*  Batas tidak tegas
* Bebas dari permukaan kulit
* Tidak ada penyebaran ke tempat lain.
*  Permukaan tidak rata
*  Ukuran kurang 2,5 cm ( tumor kecil)(Stadium Idan II
≤3 cm /POI)stadium operabel)
-         Tanda-tanda stadium lanjut :
* Tumor yang jelas membenjol
* Koreng/borok
* Kulit berwarna merah dan mengeras
* Kulit berwarana merah, licin dan bagian-bagian yang melunak
* Tonjolan anak tumor ( satelit )
* Pembesaran yang jelas kelenjar getah bening ketiak,supraklavikula
  1. Bagaimana cara mendeteksi secara dini kanker payudara ?
Melakukan skrining  kanker payudara.
* Melakukan SADARI
* Pemeriksaan fisik ( pemeriksaan klinik ) secara teratur dengan dokter. (     wanita perlu pemeriksaan payudara oleh dokter sebagai check up rutin)
* Skrining mammogram teratur yang disesuaikan dengan usia dan riwayat kesehatan.
  1. Kapan perlu skrining ?
* Setiap wanita yang sudah mengalami masa haid ( > 17 tahun ), lakukan   SADARI sekali dalam sebulan.
* Antara usia 20-39 tahun lakukan pemeriksaan payudara dengan dokter   setiap 2-3 tahun atau setiap tahun saat menjalani Pap Smear.
* Pada usia 40 tahun keatas, lakukan pemeriksaan klinis payudara dan skrining mammogram setiap tahun, atau sesuai anjuran dokter. Wanita yang memiliki riwayat keluarga yang kuat perlu mulai melakukan mammogram lebih dini, misalnya 35 tahun.
  1. Apa itu SADARI  ( Pemeriksaan Payudara Sendiri )?
SADARI merupakan cara praktis yang bisa dilakukan sendiri untuk menemukan benjolan ( yang mungkin tumor ganas )pada payudara .Deteksi dini payudara ini paling banyak dianjurkan untuk dijalankan setiap wanita.Caranya mudah dan murah karena dilakukan oleh diri sendiri. Tidak menimbulkan rasa sakit, tidak mengakibatkan kerusakan jaringan dan dapat mendeteksi tumor berukuran kecil,karena ujung-ujung jari tangan kita mempunyai kepekaan untuk bisa meraba massa berukuran minimal 1 cm.
  1. Kapan Sadari sebaiknya dilakukan ?
-         Untuk wanita yang masih haid dilakukan satu minggu setelah haid berakhir , karena saat ini pengaruh hormonal estrogen – progesteron sangat rendah dan jaringan kelenjar payudara saat ini dalam keadaan tidak membengkak  ( dalam keadaan paling lunak )sehingga lebih mudah meraba adanya tumor atau kelainan.
-         Untuk wanita di atas 40 tahun dianjurkan untuk tidak lupa memeriksa tiap bulan
-         Pada wanita pramenapause dianjurkan untuk memilih waktu pada awal siklus menstruasi.
-         Pada wanita menopause, tentukan satu tanggal, misalnya tanggal satu, lakukan sebulan sekali pada tanggal yang sama.
-         Jika Anda tengah mengkonsumsi pil kontrasepsi, lakukan pada hari saat mengonsumsi paket pil berikutnya
    10.Bagaimanakah cara melakukan  SADARI ?
Untuk melakukan SADARI, Anda harus melepaskan pakaian dari pinggang ke atas dan  tanpa mengenakan BH. Dapat dilakukan selagi mandi, di depan cermin, dan berbaring dengan  meneliti, memijat dan meraba.

-         Dilakukan selagi mandi


* Periksa payudara pada waktu mandi dengan pancuran/shower.
   ( Tangan akan lebih mudah melingsir pada kulit yang basah).
* Gunakan tiga jari tengah ( jangan ujung jari )
* Jari-jari rata, bergeser lembut tetapi mantap pada payudara.
* Gunakan tangan kanan untuk memeriksa payudara kiri, tangan kiri untuk memeriksa payudara kanan.                 
* Misalnya , memeriksa payudara kiri :
1.      Angkat tangan kiri.
2.      Tempelkan telapak tangan kanan pada payudara kiri, sebelah luar sampai merasakan lunaknya jaringan payudara.
3.      Lakukan perabaan dengan gerakan memutar, mulai dari bagian atas luar payudara
4.      Setelah satu putaran teruskan sampai mencapai daerah puting.
5.      Rasakan payudara secara keseluruhan ( waspadai adanya bejolan sekecil apapun atau adanya penebalan ), dan juga lengan bawah, serta jangan lupa untuk memeriksa puting susu kemungkinan adanya cairan yang keluar dari puting.
Ulangi pemeriksaan ini pada payudara kanan.

7.       Memijat
 Pijatlah ( seperti meremas ) payudara kiri menggunakan tangan kanan,lakukan hal serupa pada payudara kanan secara bergantian.Perhatikan , apakah saat pemijatan itu keluar cairan dari puting susu. Perhatikan warnanya.
+Bila putih jernih kemungkinan kista
+Bila cairannya berwarna kekuningan atau darah kemungkinan kanker.
+Normal kalau mengeluarkan cairan dari puting pada :
~ Wanita yang lama memakai  pil kontrasepsi.
~ Wanita yang lama masa laktasinya
                                       ~ Wanita hamil.

-         Di depan cemin.
Meneliti
Lengan ke bawah

1.      Berdiri atau duduklah di muka cermin, badan tegak,kedua lengan rapat  dan santai di samping tubuh.
2.      Perhatikan bentuk payudara dari depan, samping kanan dan samping kiri.(dengan meneliti atau inspeksi )
3.      Perhatikan apakah terlihat perubahan ukuran,bentuk ataupun warna.
Besarnya
     Ada kalanya payudara wanita tidak sama besar. Ini sesuatu yang lumrah, akan tetapi kita harus waspada dan harus membedakan asimetri yang disebabkan pemebntukannya dari asimetri yang disebabkan pertumbuhan tumor.
      Lihat kulitnya
       Perhatikan apakah terdapat kemerahan, mengkilap, keriput ( mengkerut seperti kulit jeruk ) atau borok, lekukan.
      Lihat puting susu.
      Dilihat sama besar,tinggi,bentuknya atau tidak adakah penarikan ke dalam, luka lecet sekitar puting.
                               Lengan di atas kepala
1.      Letakkan kedua lengan di atas kepala ( di belakang kepala dengan jari-jari bergenggaman longgar )
2.      Seperti tangan di bawah, perhatikan kembali kedua payudara.
                                      3. Kadang-kadang dalam gerakan lengan ke atas dapat di lihat             bayangan tumor di bawah ikut bergerak.
                                       4. Bungkukkan badan hingga payudara tergantung ke bawah, dan periksa lagi

                                Lengan di pinggang.
Menimbulkan cekungan kecil pada kulit di atas kanker
. 
-         .

-         Berbaring
1.      Berbaringlah  dan untuk payudara yang besar menggunakan bantal kecil atau handuk di bawah punggung sebagai penyangga di bagian payudara yang akan diperiksa.Ini dimaksudkan agar semua  payudara jatuh  rata di atas lapangan dada dan mudah diraba
2.      Pemeriksaan dimulai pada payudara kiri
3.      Bahu kiri diganjal dengan sedikit bantal
4.      Letakkan tangan kiri dibelakang kepala.( tangan kanan  untuk payudara kanan)
5.      Raba payudara kiri dengan telapak jari-jari kanan.
6.      Dengan  menggunakan jari telunjuk,jari tengah dan jari manis yang dirapatkan( meraba tidak dengan ujung jari dan tidak satu jari ) dilakukan perabaan seluruh payudara secara sistematis.

7.      Dari daerah sekitar pangkal payudara menuju puncak dengan gerakan melingkar kecil-kecil searah jarum jam. Ibaratkan payudara sebuah jam. Mulailah perabaan pada posisi angka 12, tekan payudara perlahan dengan gerakan memutar. Gerakannya mulai dari tepi payudara menuju puting susu ( sebagai pusat ) atau dari pusat ke  tepi.( dari daerah sekitar pangkal payudara menuju puncak dengan gerakan melingkar kecil-kecil searah jarum jam ). Lakukan gerakan yang sama dari posisi angka 1,2 dst sampai 11.( atau dapat dengan gerakan melingkar )



8.      Saat tangan mendekati area puting, raba lebih keras untuk mengetahui lebih seksama ada tidaknya benjolan
9.      Berikan perhatian khusus pada bagian kiri atas, sebab di situ paling sering ditemukan kanker payudara.
10.  Akhirnya dengan penekanan pada semua kuadran dan puting, dilakukan untuk meneliti cairan yang keluar dari puting payudara.
11.  Lakukan gerakan yang sama pada payudara kanan dengan tangan kiri .
12.  Bila ada sesuatu yang mencurigakan , ada yang berubah , sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan kepastian apa yang terjadi.



                                           Untuk meraba daerah ketiak
                                           ( berdiri atau duduk di muka cermin atau saat mandi ).
-         Rentangkan lengan kanan lurus ke samping.
-         Gunakan jari-jari  tangan kiri , gerakan jari memutar seperti keadaan berbaring untuk memeriksa adakah benjolan di daerah ketiak kanan dan tulang rusuk bagian samping.
-         Lakukan hal serupa untuk ketiak kiri.

  1. Bagaimana pengobatan kanker payudara ?
Ada beberapa jenis pengobatan yang berbeda bagi setiap wanita untuk mengeluarkan jaringan kanker sebanyak mungkin. Kanker-kanker pada stadium awal dapat diobati dengan pembedahan konservatif dan obat-obatan tertentu. Pada stadium lebih lanjut akan memerlukan pengambilan seluruh payudara dan kelenjar limfe di bawah lengan.Konsultasikan dengan dokter mengenai kerugian dan keuntungan dari operasi rekonstruksi payudara.
  1. Apakah pria bisa kena kanker payudara ?
Anda kaum pria bisa terkena kanker payudara walaupun  keadaan ini sangat jarang ditemukan, biasanya menyerang pada usia lanjut.
  1. Apa yang dapat di lakukan untuk mengetahui adanya kanker payudara ini ?
Disarankan pada pria melakukan juga  SADARI, dan di sarankan untuk melakukan biopsi  jika ditemukan benjolan.

                  # Suatu yang bijaksana untuk mengambil waktu,tempat dan metode yang rutin serta      teratur, untuk melakukan SADARI .                               
# Bila telah melakukan beberapa kali pemeriksaan, seorang wanita akan mengenang  keadaan payudaranya sendiri, dengan demikian ia akan mengetahui jika da perubahan.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.