Senin, 09 Mei 2011

Pemberian Tetes Mata


CARA PEMAKAIAN OBAT TETES MATA

Peralatan yang diperlukan :
-         Obat tetes yang telah ditentukan untuk diberikan kepada penderita dalam suhu kamar.
-         Kalau dirasa perlu segala perlengkapan yang diperlukan untuk mencuci mata.

Tindakan :
  1. Cuci tangan dengan air dan sabun.
  2. Kalau memang dirasa perlu, cucilah mata penderita lebih dahulu.
  3. Kocok obat sehingga tercampur dengan baik.
  4. Buka tutup botol obat. Jangan menyentuh lubang penetes, untuk obat tetes sediaan mini dose
    (MD) tutup tetap dipegang, hingga obat selesai digunakan.
  5. Penderita berbaring atau duduk dengan kepala dibengkokkan kearah belakang.
  6. Tarik kelopak mata ke bawah dengan jari agar terbentuk semacam cekungan, penderita disuruh melihat ke atas.
  7. Pegang botol tetes mata sedekat mungkin dengan kantong bawah mata. Teteskan obat tegak lurus  sebanyak yang dianjurkan ke dalam cekungan (atau teteskan  sehingga mengenai seluruh permukaan
    kornea) dan tutup mata perlahan-lahan supaya obat tidak mengalir keluar. Jangan memejamkan mata terlalu kuat.(jika tetesan jatuh ke pinggiran luar kelopak mata karena berkedip atau menutup mata ulangi prosedur.)
  8. Teruskan menutup mata sampai 1-2 menit.
  9. Bersihkan kelebihan cairan dengan kapas/kasa steril atau tissue.
  10. Bila perlu untuk meneteskan obat jenis lain tunggu paling tidak 5 menit sebelum mulai menesteskan obat lain tersebut.  
  11. Jika menggunakan 2-3 obat tetes misal, tear film, antibiotik dan kortikosteroid. Maka
    lakukan berurutan yakni: tear film, antibiotik dan terakhir kortikosteroid (sesuai indikasi).
 Catatan : untuk anak < 5 tahun, obat diberikan pada saat tidur atau ketika menyusui, jangan
dipaksa membuka kelopak mata, semakin dipaksa membuka, maka kelopak semakin
menutup.
 Meneteskan obat tetes mata pada anak (diatas 5 tahun) : anak berbaring terlentang dengan kepala lurus. Setelah meneteskan obat jaga kepala tetap lurus.

 Bijak Menggunakan Obat Tetes Mata(OTM)

Jaga kebersihan kemasan obat dengan baik.
Ini karena botol obat tetes yang sudah dibuka rawan tercemar bibit penyakit. Bibit penyakit seperti virus, jamur, dan bakteri dari daerah yang sakit dapat berpindah ke kemasan obat tetes. Setelah dibuka, seka ujung botol dengan air steril atau tisu higienis.
Segera simpan OTM di tempat steril seperti kulkas, yang tidak memudahkan kuman berkembang biak. Jika sedang bepergian, simpan juga obat tetes itu dalam sebuah kotak kecil steril.
Lama penyimpanan OTM jangan sampai melebihi satu bulan. Ini karena jika obat tetes itu terlalu lama disimpan, kandungan airnya akan menyusut. Jika sebelumnya kandungan air itu 10 ml, maka bisa saja beberapa bulan kemudian kandungan airnya tinggal separuh. Konsentrasi obat pun akan semakin meninggi. Memang, masa berlaku obat ini belum habis, tapi jika obat ini tetap digunakan, maka dikhawatirkan dosisnya menjadi cukup besar dan membahayakan kesehatan. Apalagi jika obat ini digunakan beberapa kali.
Akan lebih baik lagi jika anak menggunakan OTM disposable (sekali pakai) yang kebersihannya lebih terjamin.

YANG HARUS DIHINDARI
Hindari menggunakan satu OTM secara bersama-sama, karena berisiko menularkan penyakit antara individu satu ke individu yang lain.
Hindari membeli OTM dengan kandungan antibiotik, steroid, juga penyempit pembuluh darah. Meski dapat dibeli di beberapa apotek tanpa resep dokter, obat ini termasuk golongan keras yang penggunaannya harus diawasi dokter. Jika tidak diawasi, dampaknya bisa fatal. OTM yang mengandung zat penyempit atau pengerut pembuluh mata (vaso constriction), misalnya, dapat membuat pembuluh darah mengerut, aliran darah bisa terhambat. Ini sangat berbahaya bagi mata anak, karena berisiko menimbulkan gangguan glaukoma atau gangguan penglihatan akibat rusaknya pembuluh darah di mata.
OTM yang mengandung obat keras hanya diberikan untuk penyakit mata tertentu. Jadi, lain gangguan mata, lain pula obatnya. Gangguan mata karena virus akan diberi obat yang berbeda dari gangguan mata karena bakteri atau jamur. Demikian juga dengan mata radang. Jika asal menggunakan OTM, gangguan mata bukannya sembuh tapi malah dapat menimbulkan komplikasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.