Sabtu, 16 Juli 2016

pepaya



Pepaya

Carica papaya termasuk tanaman tropis yang berasal dari Benua Amerika, yaitu Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas.
Batang papaya berkayu lunak dan umumnya tidak bercabang.  Tumbuh hingga setinggi 5 sampai 10 meter jika lingkungan mendukung.
Daun pepaya berbentuk menjari , diameter daun berkisar 3070 cm. daun dilengkapi dengan tangkai yang panjang dan berlubang di bagian tengah. Tanaman papaya memproduksi daun sepanjang tahun. Bila sudah berusia empat atau enam bulan, tangkai daun akan gugur sendirinya, sebagai pengganti muncul daun-daun yang masih muda.
Pepaya adalah monodioecious (berumah tunggal sekaligus berumah dua) dengan tiga kelamin: tumbuhan jantan, betina dan banci (hemafrodit)
Tumbuhan jantan dikenal sebagai “papaya gantung”, yang walaupun jantan kadang-kadang dapat menghasilkan buah pula secara “parthenogenesis”. Buah ini mandul (tidak menghasilkan biji yang subur), dan dijadikan bahan obat tradisional. Bunga papaya memiliki mahkota bunga berwarna kuning pucat dengan tangkai atau duduk pada batang. Bunga jantan pada tumbuhan jantan tumbuh pada tangkai yang panjang. Bunga biasanya ditemukan pada daerah sekitar pucuk.
Bentuk buah bulat hingga memanjang dengan ujung biasanya meruncing. Warna buah ketika muda hijau gelap, dan setelah masak hijau muda hingga kuning. Bentuk buah membulat bila berasal dari tanaman betina dan memanjang (oval) bila dihasilkan tanaman banci. Tanaman banci lebih disukai dalam budidaya karena dapat menghasilkan buah lebih banyak dan buahnya lebih besar. Daging buah berasal dari karpela yang menebal, berwarna kuning hingga merah, tergantung varietasnya. Bagian tengah  buah berongga. Biji-biji berwarna hitam atau kehitaman dan terbungkus semacam lapisan berlendir (pulp) untuk mencegahnya dari kekeringan. Dalam budidaya, biji-biji untuk ditanam kembali diambil dari bagian tengah buah.


Anatomi Manfaat Pepaya
Temuan-temuan peneliti Barat mengungkapkan keseluruhan bagian tanaman papaya mulai dari buah, bunga, daun, biji, batang, tangkai, getah sampai akarnya bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan. Papaya cukup jitu “menguras” sembelit karena mengandung serat, membunuh cacing dalam saluran cerna, menurunkan tekanan darah tinggi dan melangsingkan badan. Yang sangat menggembirakan papaya mampu menekan perkembangan sel-sel kanker.
Buah
Buah pepaya banyak mengandung karbohidrat, asam amino, lemak,  kalsium, zat besi, vitamin A, C dan B kompleks, mineral, serta enzim-enzim yang diperlukan untuk pencernaan.. Kandungan papain pada buah mentah lebih tinggi dari yang sudah masak, namun keduanya sama-sama bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan vitamin C pada papaya lebih tinggi daripada jeruk sehingga baik disantap saat salesma. Papaya juga mengandung beta-kripto xantin yang berkhasiat antioksidan, akan terserap baik bila diasup dengan lemak, misalnya dibuat lodeh papaya muda. Juga mengandung asam folat yang baik utuk ibu hamil.
Buah papaya dimakan dagingnya, baik ketika muda maupun masak. Daging buah muda dimasak sebagai sayuran. Daging buah masak dimakan segar  atau sebagai campuran koktail buah.  Hampir semua unsur gizi papaya mudah dicerna dan diserap tubuh. Itu karena papaya juga kaya dengan enzim-enzim pencerna lemak dan karbohidrat. Enzim papain dapat memecah protein kompleks menjadi molekul sederhana . Karena itu papaya cocok di konsumsi orang yang sedang memulihkan kesehatan atau berdiet untuk menyeimbangkan pola makan yang banyak menyantap daging dan makanan berlemak.
Kulit buah
Kulit papaya bermanfaat untuk kecantikan, terutama menghilangkan noda yang tercetus karena penyakit kulit atau muncul karena radiasi sinar matahari. Kulit yang keriput juga bisa di mkuluskan dengan usapan kulit papaya.
Daun
Daun adalah bagian dari tanaman papaya yang paling penting untuk pengobatan. Daun papaya mengandung unsur gizi yang lebih tinggi dari buahnya. Kandungan papainnya juga lebih banyak dari buah yang sudah masak.
Biji
Biji papaya mengandung nutrisi yang tidak kalah hebatnya dengan bagian buah dan daun.

Batang, bunga dan akar
Dapat juga digunakan sebagai obat tradisional. Bunganya dapat juga diolah sebagai masakan.
Getah
Getah papaya tersimpan dalam daun, batang muda dan buah. Untuk mengeluarkan getah, bagian-bagian ini perlu ditoreh atau dilukai dengan pisau. Getah papaya juga mengandung papain dan dapat diolah menjadi produk-produk kosmetika, seperti masker atau shampo. Untuk kecantikan, getah berguna menghilangkan jerawat, keriput, noda-noda pada kulit akibat penuaan , dan noda akibat sinar matahari.
Getah papaya mengandung enzim papain semacam protease, yang dapat melunakkan daging dan mengubah konformasi protein lainnya. Papain telah diproduksi secara massal dan menjadi komoditas dagang. Ekstrak papain  dijual dalam bentuk serbuk yang digunakan untuk melunakkan daging masakan.
Untuk memproduksi papain, bahan baku yang perlu dipersiapkan adalah getah papaya. Sementara bahan penolongnya berupa air dan sulfit. Air digunakan sebagai pengencer getah papaya, sedangkan sulfit digunakan sebagai pelarut bahan kimia.
Pengambilan getah buah
Pengambilan getah buah dilakukan pada buah yang sudah berumur 2,53 bulan. Buah yang sedang dalam masa penyadapan harus tetap tergantung pada batang pokoknya. Penyadapan dilakukan sampai tujuh kali dengan interval penyadapan empat hari, maka waktu yang diperlukan untuk penyadapan adalah sekitar 28 hari. Waktu yang tepat untuk menyadap adalah pagi hari sebelum matahari terbit atau sore hari sebelum matahari terbenam. 

Ramuan Obat Pepaya
Jerawat, luka bakar, noda akibat penuaan
Ambil getah papaya, oleskan pada kulit yang sakit.
Keriput
Sediakan papaya muda (yang kulitnya masih hijau). Ambil potongan kulitnya, tempelkan bagian yang berdaging dan bergetah pada kulit yang keriput.
Sembelit
Makan potongan papaya matang sebagai kudapan atau hidangan penutup untuk menyeimbangkan asupan makanan berat lain.
Rajin mengonsumsi buah papaya (diet papaya) juga menstabilkan tekanan darah dan menghindarkan terjadinya efek hipoglikemi (penurunan darah di bawah normal) pada penderita diabetes.
Masker pelembab kulit yang kusam
Haluskan papaya dan dicampur dengan sedikit air. Namun tes dulu apakah kulit Anda alergi atau tidak terhadap papaya.
Efek Samping
Papaya termasuk tanaman obat yang aman dan jarang menimbulkan efek samping. Kendati demikian, wanita hamil sebaiknya menghindari makanan-makanan yang mengandung buah mentah, daun, biji dan akar papaya, karena bisa memicu keguguran. Ibu hamil boleh-boleh saja memakan daging papaya matang. Tapi jumlahnya dibatasi jangan sampai berlebihan. Terlalu banyak menyantap papaya bisa melukai usus.
Interaksi
Mereka yang sedang mengonsumsi obat antidepresi atau obat hipertensi yang mengandung MAO  inhibitor dalam kondisi apapun jangan mengonsumsi jus papaya.


                                                                                                                                                                                                                        


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.